Berita  

Protes Pemilik Odong-odong Cilacap: Larangan Angkut Orang





Ratusan Pelaku Usaha Odong-Odong Cilacap Protes Larangan Angkut Orang

Pada Jumat, 24 Juli 2026, ratusan pemilik kereta kelinci atau odong-odong dari Paguyuban Kereta Kelinci Wisata turun ke jalan untuk menyampaikan protes mereka terhadap surat edaran Plt Bupati Cilacap yang melarang penggunaan odong-odong sebagai angkutan orang. Mereka bersatu di kantor DPRD Cilacap untuk menyuarakan keberatan mereka.

Audensi Bersama Komisi C DPRD Cilacap

Setelah aksi massa, dilakukan audensi antara para pemilik odong-odong dengan Komisi C DPRD Cilacap dan sejumlah pihak terkait lainnya. Ketua Paguyuban Kereta Kelinci Wisata, Nuryanto, menegaskan bahwa odong-odong bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga mata pencaharian utama bagi mereka.

Tuntutan Kepentingan Pemilik Odong-Odong

Nuryanto menyampaikan harapan agar kebijakan larangan ini dapat diperjelas kembali, mengingat hal ini berdampak langsung pada penghasilan harian mereka. Odong-odong bukanlah sarana transportasi yang beroperasi setiap hari, namun biasanya hanya dua kali seminggu.

Di Kabupaten Cilacap sendiri terdapat 256 orang pemilik odong-odong yang tersebar di berbagai kecamatan seperti Majenang, Kroya, Maos, Sampang, Nusawungu, dan lainnya. Mereka berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi yang memungkinkan mereka tetap beroperasi secara legal tanpa melanggar aturan yang berlaku.

Rapat Lanjutan dan Solusi Masa Depan

Ketua Komisi C DPRD Cilacap, Mitra Patriasmoro, menyatakan bahwa pihaknya akan mengadakan rapat bersama Sekretaris Daerah Cilacap dan berbagai pihak terkait lainnya untuk mencari solusi yang dapat memberikan kesejahteraan bagi pemilik odong-odong tanpa menabrak regulasi yang ada.

Ia menegaskan bahwa odong-odong masih bisa beroperasi, asalkan berada di lokasi wisata yang memang merupakan tempat mereka biasa beroperasi. Dengan kerjasama antara pemilik odong-odong dan pengelola wisata, diharapkan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak dapat ditemukan.

Segala keputusan terkait nasib odong-odong di Cilacap akan dibahas lebih lanjut dalam rapat selanjutnya.


Source link