Berita  

Siswa Asal Prancis Membatik di Perpusda Cilacap: Liburan Sekolah

Siswa Asal Prancis Belajar Membatik di Perpusda Cilacap Selama Libur Sekolah

Selama masa libur sekolah, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Cilacap menghadirkan program “Libur Asyik di Perpustakaan Daerah”. Program ini memadukan aktivitas belajar, bermain, dan berkreasi dalam satu ruang yang mengasyikkan.

Membatik di Perpustakaan Daerah

Pada Kamis (9/7/2026) pagi, sejumlah anak-anak mengikuti kelas membatik di Perpustakaan Daerah. Mereka diajari membuat pola, mencanting, hingga pewarnaan sederhana saat membatik. Antusiasme dan kebahagiaan tampak jelas terpancar dari wajah mereka.

Salah satu peserta yang menonjol adalah Alhambre Mulia Kermarrec, seorang siswi asal Prancis yang turut serta dalam kegiatan membatik ini. Ditemani oleh ibunya, Aldilla Muliawati, Alhambre menunjukkan ketertarikan dan kegembiraannya dalam belajar membatik.

Budaya Indonesia dalam Pandangan Anak Prancis

Aldilla, orang tua Alhambre, menyatakan bahwa sang anak senang melukis dan menggambar. Melalui kelas membatik ini, selain mengasah kreativitas, Alhambre juga diperkenalkan pada budaya Indonesia.

Dengan belajar membatik, Alhambre dapat mengaplikasikan kreativitasnya dalam medium yang berbeda dari biasanya. Aldilla merasa bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk sang anak, tidak hanya dari segi kreativitas, tetapi juga dalam mengasah imajinasi.

Upaya Menduniai Batik melalui Pendidikan

Kepala Dinas Arpus Cilacap, Achmad Fauzi, menyatakan bahwa kelas membatik adalah salah satu program unggulan selama musim libur sekolah. Hadirnya siswa asing seperti Alhambre menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya batik Indonesia ke dunia.

Dengan demikian, melalui partisipasi Alhambre dalam kelas membatik, diharapkan batik semakin dikenal secara internasional. Program-program seperti ini juga memperluas manfaat perpustakaan dan memperkaya pengalaman belajar anak-anak.

Selain kelas membatik, Dinas Arpus Cilacap juga menyelenggarakan kegiatan nonton film anak di berbagai tempat. Meski fasilitas sederhana, antusiasme masyarakat cukup tinggi terhadap program-program pendidikan ini. Hingga saat ini, sekitar 370 anak sudah mengikuti kelas membatik dan nobar film anak yang diselenggarakan.

Source link