Bupati Lamongan Buka Lamongan Tempo Doeloe Perjuangan 2026
Pada Rabu (24/6/2026) malam, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi secara resmi membuka acara Lamongan Tempo Doeloe (LTD) Perjuangan 2026 di Kawasan Gajah Mada. Acara ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Lamongan yang ke-457, dan bertujuan untuk menggabungkan layanan publik, promosi produk unggulan daerah, serta hiburan bernuansa nostalgia.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut hadir dalam Lamongan Tempo Doeloe. Dia menyatakan bahwa acara tersebut adalah sarana untuk mengenang kehidupan masyarakat Lamongan di masa lalu, yang dikenal damai, sejahtera, dan penuh semangat juang.
Nuansa Sejarah dan Kecintaan Terhadap Daerah
Selain sebagai perayaan Hari Jadi Lamongan, Sekretaris Daerah Lamongan, Moh. Nalikan, menjelaskan bahwa Lamongan Tempo Doeloe juga bertujuan untuk memperkuat rasa cinta masyarakat terhadap sejarah daerah. Acara ini didedikasikan untuk mengenalkan sejarah Lamongan tempo dulu, mempromosikan produk unggulan daerah, dan mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Hingga tanggal 27 Juni, Lamongan Tempo Doeloe akan diisi dengan 88 stan berkonsep jadul yang diikuti oleh berbagai instansi pemerintah, sekolah, dan BUMD. Tak hanya itu, terdapat pula 50 stan UMKM yang menawarkan beragam jajanan tradisional dan minuman khas daerah.
Pelayanan Publik dan Kegiatan Menarik
Selama acara berlangsung, masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan. Selain itu, terdapat juga pasar murah dengan harga terjangkau yang menyediakan beras, minyak goreng, dan telur.
Tidak hanya itu, Lamongan Tempo Doeloe 2026 juga menawarkan berbagai hiburan menarik setiap harinya. Mulai dari pertunjukan musik campursari, demo masak, hingga alunan keroncong dan acara nostalgia 90-an. Puncak acara akan diakhiri dengan pengumuman pemenang stan terbaik.
Dengan adanya Lamongan Tempo Doeloe 2026, Pemerintah Kabupaten Lamongan tidak hanya mengajak masyarakat bernostalgia, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, mempromosikan produk lokal, serta menyediakan pelayanan publik yang bermanfaat bagi masyarakat.












