Trik Jitu Mengolah Jeroan Sapi agar Tak Bau Amis
Jakarta, CNBC Indonesia – Jeroan sapi menjadi salah satu bahan makanan yang banyak diolah saat Idul Adha. Mulai dari paru, babat, usus hingga limpa kerap dijadikan soto, gulai, sate sampai sambal goreng favorit keluarga. Meski begitu, aroma amis atau prengus seringkali masih mengganggu, meski telah ditambah banyak rempah.
Langkah-Langkah Penting yang Sering Terlupakan
Langsung merebus jeroan sapi setelah dicuci adalah kesalahan umum yang sering terjadi. Sebaiknya, gunakan teknik perebusan bertahap atau blanching untuk membersihkan jeroan dari kotoran dan lemak yang menempel. Caranya, rebus jeroan dalam air hangat perlahan hingga mendidih selama 10-15 menit. Buang air rebusan pertama yang mengandung lemak dan aroma amis.
Saat merebus jeroan, penting untuk tidak menutup panci terlalu rapat agar aroma tajam bisa keluar. Hal ini membantu mengurangi aroma prengus yang tidak diinginkan. Terkadang, penambahan garam sebaiknya dilakukan setelah perebusan pertama selesai agar rasa dan tekstur jeroan tetap terjaga.
Tips Penting dalam Pengolahan Jeroan
Selain itu, jeruk nipis atau cuka juga bisa digunakan untuk mengurangi bau amis pada jeroan. Namun, jangan gunakan secara berlebihan karena bisa memengaruhi tekstur dan rasa jeroan secara keseluruhan. Para penjual soto biasanya merebus jeroan terlebih dahulu secara terpisah sebelum dimasukkan ke kuah utama untuk menjaga rasa kuah tetap bersih.
Setelah direbus, jeroan sebaiknya didinginkan sejenak sebelum disimpan agar kelembapan berlebih bisa berkurang. Pastikan juga menyimpan jeroan dalam wadah tertutup di kulkas atau freezer untuk menjaga kualitasnya. Sebisa mungkin, fokus pada teknik pembersihan, perebusan bertahap, dan pengolahan yang tepat daripada menambah banyak rempah.












