Merek Mobil China Bersaing Ketat di Pasar Indonesia
Persaingan antar merek mobil asal China di Indonesia semakin memanas seiring dengan perkembangan pasar kendaraan listrik. Pada bulan April 2026, sejumlah pabrikan mobil menunjukkan perubahan posisi yang menarik.
BYD Masih Memimpin Penjualan Mobil China di Indonesia
Berdasarkan data penjualan ritel terbaru dari Gaikindo, BYD masih kokoh sebagai merek mobil China terlaris di Indonesia. Pada bulan April 2026, BYD berhasil mencatat penjualan langsung ke konsumen sebanyak 6.274 unit.
Dengan pencapaian tersebut, BYD tetap memegang posisi terdepan sebagai merek China terlaris sejak awal tahun. Bahkan, pada April 2026, BYD berhasil masuk ke dalam tiga besar merek mobil terlaris secara keseluruhan di Indonesia.
Jaecoo Naik Peringkat, Chery dan Wuling Terus Bersaing
Persaingan ketat terjadi di posisi berikutnya setelah Jaecoo menunjukkan tren penjualan yang positif. Merek baru ini berhasil menjual 3.009 unit mobil retel pada April 2026. Dengan pencapaian ini, Jaecoo mulai memasuki jajaran 10 besar merek mobil nasional.
Sementara itu, Chery yang berhasil mencatat penjualan sebanyak 1.057 unit masih berada di papan tengah. Namun, performa Chery cenderung stagnan dalam beberapa bulan terakhir.
Di sisi lain, Wuling yang sebelumnya kuat harus menghadapi tekanan dari para pesaing baru. Pada bulan April 2026, Wuling mencatat penjualan sebanyak 1.578 unit.
Sementara itu, Geely mengalami kenaikan yang signifikan sejak awal 2026. Pada bulan April, Geely berhasil menjual 1.450 unit mobil dan naik ke posisi empat merek China terlaris di Indonesia. Kenaikan ini didorong oleh hadirnya model baru dan minat konsumen terhadap SUV elektrifikasi.
Selain itu, Aion, MG, VinFast, Jetour, XPeng, dan BAIC juga berusaha untuk meningkatkan pangsa pasar mereka di Indonesia. Persaingan di pasar otomotif Tanah Air semakin ketat dengan penetrasi yang semakin luas dari merek-merek China.
Total pasar kendaraan asal China terus tumbuh seiring dengan popularitas mobil listrik dan hybrid di Indonesia. Diperkirakan dominasi merek Jepang di pasar otomotif Tanah Air akan semakin tergeser di semester kedua tahun 2026.












