Berita  

Avtur Meroket: Maskapai Minta Tambahan Rp8 Juta/Jemaah

Kenaikan harga avtur membuat maskapai meminta tambahan biaya keberangkatan jemaah haji tahun ini. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf Hasyimz, mengungkapkan bahwa Garuda Indonesia meminta tambahan anggaran sebesar Rp 7 juta per jamaah, sementara Saudia Airlines meminta tambahan biaya sebesar US$ 485 per jamaah. Hal ini terjadi karena harga avtur naik dari Rp 13.656 per liter menjadi Rp 23.551 per liter, yang membuat biaya penerbangan menjadi isu krusial saat ini.

Gus Irfan melaporkan bahwa total tambahan biaya yang diminta oleh Garuda Indonesia dan Saudia Airlines mencapai Rp 1,77 triliun. Namun, setelah berunding dengan Presiden Prabowo Subianto, keputusan diambil untuk tidak membebani jemaah haji dengan tambahan biaya. Pemerintah kemudian memangkas ongkos haji sebesar Rp 2 juta dan mengalokasikan dana sebesar Rp 1,77 triliun sebagai subsidi atau kompensasi biaya haji.

Meskipun pemerintah telah mengalokasikan dana tersebut, Gus Irfan menjelaskan bahwa masih akan ada perundingan dengan maskapai untuk mencari solusi terbaik. Apalagi dengan turunnya harga avtur, ada kemungkinan bahwa biaya yang harus disubsidi oleh pemerintah akan lebih rendah dari perkiraan semula. Selain itu, dia menyatakan bahwa permintaan tersebut diajukan sebelum harga minyak mencapai puncaknya, sehingga masih ada peluang untuk menyepakati biaya yang lebih rendah dengan maskapai.

Kerusuhan ini menjadi perhatian serius karena mempengaruhi keberangkatan jemaah haji yang merupakan agenda ibadah penting bagi umat Islam di Indonesia. Diharapkan dengan komitmen pemerintah untuk memastikan keberangkatan jemaah tetap lancar dan terjangkau, semua pihak dapat menemukan solusi yang menguntungkan bagi semua pihak terkait.

Source link