Berita  

Keberadaan Ya’juj Ma’juj: Benarkah Perang Makin Menggila?

Pada awal Maret 2025, konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat mengenai kemungkinan kaitannya dengan kemunculan Ya’juj dan Ma’juj, sosok yang dalam tradisi Islam dianggap sebagai bangsa perusak di akhir zaman. Namun, apakah benar perang modern bisa langsung dikaitkan dengan munculnya Ya’juj dan Ma’juj?

Dalam literatur Islam, Ya’juj dan Ma’juj dikisahkan sebagai manusia biasa namun gemar membuat kerusakan di bumi. Mereka pernah dikurung oleh Zulkarnain, seorang raja yang membangun tembok penghalang yang sangat kuat. Kisah ini terdapat dalam Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 94.

Menurut ulama, kemunculan Ya’juj dan Ma’juj diperkirakan akan terjadi menjelang akhir zaman setelah turunnya Nabi Isa AS ke bumi. Dajjal yang berhasil dikalahkan Nabi Isa akan hidup untuk sementara waktu sebelum Ya’juj dan Ma’juj keluar dan membuat kerusakan besar. Dalam hadits, jumlah Ya’juj dan Ma’juj digambarkan sangat besar, yang disebut oleh Rasulullah SAW sebagai mayoritas orang yang masuk neraka pada hari kiamat.

Para ulama juga menyampaikan bahwa lokasi Ya’juj dan Ma’juj terkurung di wilayah di antara dua gunung besar dan akan menuju Baitul Maqdis di Palestina setelah keluar. Ciri-ciri fisik mereka juga dijelaskan dalam hadits sebagai kaum dengan wajah lebar, mata sipit, dan berkulit kekuningan.

Meskipun begitu, waktu pasti kemunculan Ya’juj dan Ma’juj merupakan bagian dari tanda besar kiamat yang hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Oleh karena itu, konflik di dunia modern tidak bisa disimpulkan sebagai tanda kemunculan Ya’juj dan Ma’juj tanpa dasar yang jelas.

Source link