Manfaat Skema Kredit Panjang di Pameran Otomotif

Industri otomotif nasional memulai tahun 2026 dengan berbagai strategi untuk menjaga penjualan mobil, termasuk melalui kerjasama antara perusahaan pembiayaan dan jaringan diler di berbagai daerah. Salah satu contohnya adalah pelaksanaan ACC Carnival Jogjakarta di Jogja City Mall pada tanggal 14–15 Februari 2026. Event yang diinisiasi oleh Astra Credit Companies (ACC) ini menampilkan beragam merek otomotif dari berbagai segmen, mulai dari Toyota, Daihatsu, Isuzu, Honda, BYD, Hyundai, Wuling hingga Chery, termasuk mobil bekas dengan brand Setir Kanan.

Pameran seperti ini memberikan gambaran tentang pentingnya peran perusahaan pembiayaan dalam mendukung distribusi mobil di Indonesia. Dalam konteks industri, acara seperti ini juga menunjukkan bahwa penjualan mobil di Indonesia masih dominan melalui skema kredit. Karena itulah, sinergi antara perusahaan pembiayaan dan diler sangat diperlukan untuk menjaga volume surat pemesanan kendaraan (SPK), terutama di kuartal pertama yang sering menjadi indikator awal sukses penjualan di tahun tersebut.

ACC di pameran tersebut menawarkan penawaran pembiayaan dengan tenor hingga enam tahun, yang diharapkan dapat memperluas cakupan konsumen di tengah kondisi daya beli yang berfluktuasi dan persaingan harga yang semakin ketat antar merek otomotif. Kehadiran berbagai merek mobil dalam satu lokasi juga mencerminkan persaingan yang semakin kompleks di industri ini, termasuk munculnya merek-merek baru yang gencar memperluas jaringan di berbagai daerah.

Kata Mantias Setyaji, Branch Manager ACC Jogjakarta, kegiatan ini merupakan upaya untuk memberikan kemudahan akses pembiayaan kendaraan kepada masyarakat Jogjakarta, sesuai dengan misi ACC To Promote Credit for A Better Living. Selain pembiayaan kendaraan, ACC juga memperkenalkan produk pembiayaan multiguna ACC Danaku dalam rangkaian acara tersebut, menunjukkan upaya multifinance dalam mengelola portofolio pembiayaan secara efisien.

Pameran juga melibatkan mitra asuransi kendaraan Garda Oto dan menyajikan beragam kegiatan hiburan serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengunjung. Meskipun demikian, fokus utama dari acara ini tetap pada penguatan ekosistem penjualan kendaraan melalui integrasi pembiayaan, asuransi, dan jaringan diler. Langkah ini menunjukkan bahwa industri otomotif di tahun 2026 tidak hanya bergantung pada peluncuran produk baru, tetapi juga memperkuat bidang pembiayaan sebagai tulang punggung penjualan di pasar ritel.

Source link