Ratusan orang wali murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pemda 2 Kesugihan membanjiri depan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cilacap. Mereka menyampaikan keluhan terkait belum diterbitkannya nilai rapor siswa meskipun semester pertama telah berakhir. Konflik internal di Yayasan Pembudi Darma yang menaungi sekolah swasta tersebut menjadi penyebab utama penundaan penerbitan rapor.
Para orang tua siswa membawa poster dengan tuntutan agar pemerintah daerah turun tangan dalam penyelesaian masalah di sekolah. Mereka juga menginginkan agar konflik internal yayasan diselesaikan untuk tidak mengganggu proses belajar-mengajar di masa depan. Pihak Dinas Disdikbud Cilacap merespons positif tuntutan wali murid, dengan menjanjikan penerbitan rapor siswa pada tanggal 20 Januari 2026.
Kepala Disdikbud Cilacap, Paiman, menjelaskan bahwa kendala teknis dan administratif menghambat proses input nilai e-Rapor, sehingga rapor belum dapat diterbitkan. Pihak dinas akan memberikan pendampingan langsung dalam proses input nilai e-Rapor di sekolah untuk memastikan kelancaran penerbitan rapor. Selain itu, monitoring juga akan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan sesuai jadwal yang disepakati.












