Menangani Biaya Servis Mobil Listrik: Tips dan Trik

Peralihan industri otomotif ke kendaraan listrik tidak hanya membawa perubahan teknologi, tetapi juga memunculkan persoalan baru di balik layar. Salah satunya adalah biaya servis, khususnya penggantian baterai, yang kini menjadi sumber konflik antara pabrikan dan jaringan dealer. Ford Motor Company tengah menghadapi gugatan hukum dari dua dealer resminya di New York, Amerika Serikat, yang menilai pabrikan tersebut tidak membayar biaya perbaikan mobil listrik sesuai ketentuan hukum. Dalam gugatan tersebut, Ford dituding memberikan penggantian biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan ongkos sebenarnya untuk penggantian baterai EV. Dua dealer, Jericho Turnpike Auto Sales dan Patchogue 112 Motors, mengungkapkan bahwa Ford hanya mengganti sekitar 600 dolar AS atau Rp9 jutaan untuk setiap penggantian baterai mobil listrik. Biaya riil penggantian baterai diklaim mencapai sekitar 22.600 dolar AS per unit atau sekitar Rp376 juta. Jericho Turnpike Auto Sales menyebut telah melakukan 15 kali penggantian baterai EV sejak awal 2024. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 unit hanya diganti sebesar 600 dolar AS atau Rp9 jutaan per baterai oleh Ford. Patchogue 112 Motors juga melaporkan pola serupa. Dealer ini menyatakan Ford menerapkan sistem pembayaran tarif tetap yang dinilai tidak mencerminkan biaya sebenarnya, terutama untuk komponen vital dan mahal seperti baterai kendaraan listrik. Gugatan tersebut berkaitan dengan kewajiban pabrikan dalam membayar pekerjaan garansi dan kontrak layanan. Para dealer menilai Ford tidak mematuhi ketentuan tersebut dan justru menetapkan nilai penggantian yang terlalu rendah. Kuasa hukum dealer, Leonard Bellavia, menyatakan bahwa kasus ini berpotensi meluas dengan persiapan gugatan serupa terhadap pabrikan lain di beberapa negara bagian Amerika Serikat, bahkan bisa berkembang menjadi gugatan kelompok atau class action.

Source link