Saat hujan turun, kaca helm seringkali menjadi buram dan penuh air, yang dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan. Untuk mengatasi masalah ini, ada trik sederhana agar kaca helm bisa menolak air seperti daun talas, sehingga air akan langsung meluncur turun tanpa menempel di permukaan visor. Salah satu cara yang paling mudah adalah menggunakan cairan water repellent yang mengandung bahan hidrofobik. Cairan ini dapat membuat kaca helm menjadi licin terhadap air, sehingga air tidak menempel di permukaannya.
Penggunaan cairan water repellent sangat praktis, cukup disemprotkan ke permukaan visor dan diratakan menggunakan kain microfiber. Cairan anti-hujan untuk kaca mobil juga bisa digunakan, karena kandungannya mirip dan sama-sama efektif dalam membentuk lapisan pelindung dari air. Namun, penting untuk memastikan bahwa cairan tersebut aman untuk bahan plastik dan tidak akan menyebabkan visor helm menguning.
Selain itu, perawatan rutin visor helm juga perlu dilakukan, seperti membersihkannya setelah berkendara untuk menjaga efektivitas lapisan hidrofobik. Selain itu, saat mengaplikasikan cairan, pastikan visor dalam keadaan kering dan bersih. Pengendara disarankan untuk mengulang aplikasi setiap satu hingga dua minggu tergantung dari intensitas penggunaan helm. Dengan langkah-langkah sederhana ini, berkendara di tengah hujan akan lebih aman dan nyaman, karena visor yang selalu jernih dapat menjaga fokus pengendara tanpa harus mengusap kaca helm berkali-kali.












