Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mendapat perhatian internasional karena pengembangan Geopark Ijen yang semakin maju. Ipuk diundang sebagai pembicara dalam Indonesia’s Geopark Leader Forum di kantor Bappenas. Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting seperti Dr. Özlem Adiyaman Lopes dari UNESCO, Prof. Dr. Michael Goutama, dan Deputi Bappenas Leonardo A.A. Teguh Sambodo. Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, juga turut hadir dalam acara tersebut.
Ipuk menjelaskan upaya Banyuwangi dalam memanfaatkan Geopark Ijen sebagai sumber promosi. Melalui event olahraga dan seni budaya, Banyuwangi berusaha agar manfaat dari keberadaan Geopark Ijen dirasakan oleh masyarakat setempat. Berbagai event sport tourism dan festival seni seperti Jazz Gunung Ijen menjadi daya tarik tersendiri bagi kawasan tersebut.
Konsep terbaru yang diperkenalkan oleh Ipuk adalah Ijen Golden Route. Program ini bertujuan untuk menghubungkan destinasi wisata tersembunyi di sekitar Gunung Ijen, termasuk destinasi alam, kuliner lokal, kafe Instagramable, dan penginapan bernuansa etnik. Kolaborasi dengan seniman dan budayawan lokal juga dilakukan untuk memperkaya atraksi wisata tersebut.
Sebagai hasil dari upaya yang dilakukan, Desa Adat Osing Kemiren, yang berada dalam kawasan Geopark Ijen, diakui sebagai salah satu The Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025 oleh United Nations Tourism. Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, memberikan apresiasi terhadap prestasi yang telah diraih oleh Banyuwangi, menggambarkan bahwa Banyuwangi mampu mengubah potensi wisata menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat setempat.
Pujian juga datang dari Prof. Gautama, yang menyatakan bahwa Banyuwangi berpotensi menjadi yang terbaik di dunia. Dengan capaian yang telah diraih, Banyuwangi terus berusaha untuk meningkatkan keberlangsungan Geopark Ijen dan memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata yang menonjol.












