Hewan Masa Kini dan Penyakit Kronis: Perspektif Studi

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa hewan di seluruh dunia semakin banyak menderita penyakit kronis yang sebelumnya hanya ditemukan pada manusia. Berbagai jenis hewan, mulai dari peliharaan, ternak, hingga satwa laut, mengalami masalah kesehatan serius seperti kanker, obesitas, diabetes, dan penyakit degeneratif pada sendi. Penelitian menemukan bahwa faktor genetik dan lingkungan, termasuk pola makan buruk, aktivitas fisik terbatas, dan stres jangka panjang, menjadi penyebab meningkatnya kasus penyakit kronis pada hewan.

Kucing dan anjing peliharaan pada umumnya mengalami kelebihan berat badan, yang berkontribusi pada peningkatan kasus diabetes pada kucing setiap tahunnya. Di peternakan, sekitar 20 persen babi yang dibesarkan secara intensif mengalami peradangan kronis pada sendi, sementara paus beluga dan salmon Atlantik budidaya juga tercatat mengidap kanker dan penyakit jantung. Satwa liar yang terpapar bahan kimia industri menunjukkan tingkat tumor hati yang signifikan.

Perubahan lingkungan yang dipicu oleh aktivitas manusia semakin memperburuk risiko kesehatan hewan, seperti pemanasan global, urbanisasi, hilangnya keanekaragaman hayati, dan alih fungsi lahan. Implikasinya, kondisi lingkungan yang buruk berkaitan dengan peningkatan penyakit pada hewan, baik itu obesitas, diabetes, gangguan imun, dan lainnya. Ketiadaan sistem deteksi dini membuat penyakit kronis pada hewan sulit dideteksi tepat waktu.

Peneliti menyarankan adanya penelitian yang lebih komprehensif dan peningkatan pengawasan dalam kesehatan hewan untuk memahami dan mengatasi masalah ini. Model penilaian risiko baru yang menggabungkan pendekatan One Health dan Ecohealth diusulkan sebagai solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Dengan demikian, kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dapat dipertahankan dengan lebih baik.

Source link