Pada Sabtu, 27 September 2025, Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali mengungkapkan bahwa dia belum mengucapkan pamit atau mengucapkan selamat tinggal kepada Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh. Meskipun begitu, dia menjelaskan bahwa hubungannya dengan Surya Paloh tetap baik meskipun dia telah memilih untuk pindah ke PSI.
Ali menjelaskan bahwa hubungannya dengan Surya Paloh tetap baik, dan dia masih melihat Surya Paloh sebagai kakak sekaligus guru baginya. Dia yakin bahwa Surya Paloh tidak mempermasalahkan keputusannya untuk pindah partai. Meski begitu, Ali mengakui bahwa dia belum mengajukan surat pengunduran diri dari Partai Nasdem, tetapi keanggotaannya secara otomatis gugur setelah pindah ke PSI.
Sebelumnya, dua politisi Partai Nasdem, Ahmad Ali dan Bestari Barus, resmi bergabung sebagai kader PSI pada Jumat, 26 September 2025. Peresmian tersebut dilakukan selama pelantikan pengurus DPP PSI periode 2025-2030 di Gedung Djakarta Theatre, Jakarta Pusat. Ali diangkat sebagai Ketua Harian DPP PSI dalam kepengurusan baru PSI.
Di sisi lain, Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, mendukung rencana memberikan gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto. Hal tersebut merupakan bagian dari dukungan yang diberikan oleh fraksi Nasdem terhadap Soeharto.












