Bendahara Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Bambang Susanto, mengecam pimpinan program Xpose Trans7 karena potongan video siaran yang dinilai merendahkan ulama, terutama KH. Anwar Manshur dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. PKB menyesalkan tayangan tersebut dan menuntut permintaan maaf serta pencabutan konten yang merugikan para kiai. Bambang menegaskan bahwa PKB akan menjaga marwah ulama karena partai tersebut berasal dari pesantren. PKB siap untuk melindungi kehormatan ulama dengan mengonsolidasikan santri dan masyarakat pesantren. Menyarankan agar Trans7 melakukan evaluasi menyeluruh pada program Xpose, Bambang juga menekankan perlunya merekrut jurnalis dengan latar belakang santri untuk memahami nilai dan etika dalam tradisi pesantren. Ia memperingatkan media agar berhati-hati dalam liputan tentang pesantren karena pesantren tidak memerlukan sensasi media untuk eksis dan mendidik generasi. Melalui pernyataan ini, MUI juga meminta KPI untuk bertindak tegas terhadap Trans7.
Tayangan Xpose Trans7: Kontroversi Terbaru yang Mengguncang Umat dan Santri
Read Also
Recommendation for You

PDIP telah mengambil keputusan tegas dengan memecat anggota partainya, Wahyudin Moridu, dari DPRD Provinsi Gorontalo…

Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk menjadikan Ibu Kota…

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menegaskan bahwa anggaran DPR RI pada Rancangan…

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, memberikan apresiasi terhadap pidato Presiden Prabowo…

Dua politisi Partai Nasdem, Ahmad Ali dan Bestari Barus, resmi menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia…







