Pembalap Repsol Honda, Joan Mir, mengungkapkan bahwa faktor penentu hasil balapan MotoGP Indonesia 2025 adalah kombinasi antara ban dan permukaan aspal di Sirkuit Mandalika. Dalam sesi latihan bebas, Mir merasa sulit mengendalikan motor karena cengkeram ban yang tidak konsisten di lintasan panas Mandalika. Meskipun demikian, Mir tetap menunjukkan performa solid dengan menempati posisi keenam tercepat. Kondisi trek dan ban yang sulit dikendalikan membuat kesalahan kecil bisa berujung pada kecelakaan. Joan Mir menyebut lintasan Mandalika memiliki karakter unik dengan performa ban yang bisa berubah drastis dalam beberapa lap. Hal ini menjadi tantangan tambahan bagi tim yang masih mencari setelan ideal pada motor. Beberapa pembalap lain, termasuk Marc Marquez, juga mengalami kesulitan serupa di sirkuit tersebut. Mir lebih suka fokus bekerja sendiri tanpa gangguan dari pembalap lain untuk menemukan ritme dan batas motor. Itulah sebabnya, dia memilih untuk tidak terlalu mengandalkan slipstream atau ritme pembalap lain. Selain itu, Mir juga mengakui bahwa sirkuit Mandalika menjadi tempat yang sulit untuk ditaklukkan, di mana banyak pembalap kesulitan mempertahankan kecepatan dan stabilitas.
Joan Mir Bicara Tantangan di MotoGP Mandalika
Read Also
Recommendation for You

Baterai mobil memiliki peran penting dalam sistem kendaraan, mulai dari menyalakan mesin hingga mendukung fitur…

Motor listrik semakin menjadi pilihan yang relevan untuk solusi mobilitas harian, terutama di kawasan perkotaan….

Industri modifikasi kendaraan di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang signifikan. Dari sekadar fokus pada tampilan…

Chery Group mengumumkan rencana pembangunan pabrik di Indonesia sebagai bagian dari komitmen investasi jangka panjang…

Changan Lumin: Uji Coba Mobil Listrik Mungil di Jakarta Changan Lumin, mobil listrik mungil, menjadi…







