Muktamar X PPP yang diadakan di Ancol, Jakarta, berakhir dengan keributan setelah Ketua Umum PPP periode 2025-2030, Muhamad Mardiono, memberikan pidato sambutannya. Mardiono mengatakan bahwa pihak yang terlibat dalam keributan akan diproses secara hukum karena tindakan tersebut tidak sesuai dengan konstitusi demokrasi. Keributan ini menyebabkan beberapa kader PPP mengalami cedera dan harus dirawat di rumah sakit. Pimpinan Sidang Muktamar X PPP pun terpaksa mempercepat proses pemilihan ketua umum sesuai dengan ketentuan yang ada dalam AD ART PPP. Rusli Effendi, Wakil Ketua Umum DPP PPP, juga menekankan pentingnya para peserta muktamar untuk menjaga ketertiban sesuai dengan ajaran agama Islam dan menghindari perkelahian serta keributan yang tidak mendukung citra partai. Perbedaan pendapat diperbolehkan dalam pemilihan ketua umum, namun harus dilakukan dengan kesantunan dan etika. Hal ini merupakan upaya untuk menjaga proses pelaksanaan Muktamar X PPP agar berjalan dengan baik tanpa terganggu oleh konflik internal.
Mardiono Laporkan Polisi Terkait Kericuhan di Muktamar X PPP
Read Also
Recommendation for You

PDIP telah mengambil keputusan tegas dengan memecat anggota partainya, Wahyudin Moridu, dari DPRD Provinsi Gorontalo…

Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk menjadikan Ibu Kota…

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menegaskan bahwa anggaran DPR RI pada Rancangan…

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, memberikan apresiasi terhadap pidato Presiden Prabowo…

Dua politisi Partai Nasdem, Ahmad Ali dan Bestari Barus, resmi menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia…







