6 Mitos Asuransi yang Masih Dipercayai Banyak Orang

Masih banyak masyarakat di Indonesia yang belum menyadari pentingnya memiliki asuransi sebagai bagian dari perencanaan keuangan mereka. Sebagian besar dari mereka tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang produk asuransi dan manfaatnya. Hal ini tercermin dari data survei terbaru pada tahun 2025 yang menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan terkait asuransi hanya mencapai 45,45%, sementara inklusi atau kepemilikan produk asuransi baru mencapai 28,50%.

Kurangnya pemahaman ini dapat menyebabkan banyak orang salah dalam mengartikan fungsi dan manfaat asuransi. Banyak yang baru menyadari pentingnya asuransi setelah mengalami musibah atau kerugian finansial yang signifikan. Aspek lain yang membuat orang enggan memiliki asuransi adalah anggapan bahwa membayar premi setiap bulan hanyalah pengeluaran sia-sia. Padahal, premi merupakan investasi jangka panjang untuk memberikan ketenangan hidup di masa depan.

Laurentius Iwan Pranoto, Head of PR, Marcomm, & Event Asuransi Astra, menekankan bahwa pemahaman masyarakat terhadap risiko yang dapat diminimalkan dengan asuransi merupakan hal yang sangat penting. Meskipun jenis asuransi sangat beragam, seperti asuransi jiwa, kesehatan, kendaraan, dan properti, banyak masyarakat kesulitan memilih produk yang sesuai karena minimnya edukasi.

Asuransi seharusnya tidak hanya dimiliki oleh orang kaya atau mereka yang memiliki aset besar. Sebaliknya, asuransi dapat menjadi tameng pertama bagi masyarakat umum untuk meringankan beban saat bencana atau risiko lainnya terjadi. Penting bagi individu untuk memahami manfaat asuransi sebagai perlindungan dari risiko finansial yang tidak terduga dan menjadikannya sebagai bagian integral dari perencanaan keuangan mereka.

Source link