Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut tentang kemungkinan masuknya PDI Perjuangan (PDIP) ke dalam kabinet setelah Presiden RI Prabowo Subianto menyebut hubungan antara PDIP dan Gerindra mirip kakak-adik. Menurut Bahlil, keputusan PDIP untuk masuk ke kabinet atau tidak sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. Dia menegaskan pentingnya menjaga hubungan sesama partai agar tetap baik, meskipun di luar pemerintahan. Sebelumnya, Prabowo menggambarkan hubungan antara Gerindra dan PDIP sebagai kakak-adik dalam acara peresmian 80.000 Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah. Prabowo juga menyoroti pentingnya keragaman dalam demokrasi Indonesia tanpa harus semua bergabung dalam satu pemerintahan. Keterlibatan Puan Maharani, Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP, dalam acara tersebut juga disoroti dalam konteks pernyataan Prabowo.
Bahlil dan Potensi PDIP dalam Kabinet: Prerogatif Presiden
Read Also
Recommendation for You

PDIP telah mengambil keputusan tegas dengan memecat anggota partainya, Wahyudin Moridu, dari DPRD Provinsi Gorontalo…

Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk menjadikan Ibu Kota…

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menegaskan bahwa anggaran DPR RI pada Rancangan…

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, memberikan apresiasi terhadap pidato Presiden Prabowo…

Dua politisi Partai Nasdem, Ahmad Ali dan Bestari Barus, resmi menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia…







